Mendiamkan Anjing yang Melolong

29 05 2007

“Mendiamkan Anjing yang Melolong”
Sebuah Peringatan bagi Umat atas Yusuf bin Abdillah al-Qardhawi

Karya : Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i rahimahullah
Penerjemah : Al Ustadz Abdul Mu’thi al-Maidani

cover.jpg

Siapa yang tak kenal Yusuf al Qardhawi? Mufti negeri Qatar ini telah lama menjadi panutan sebagian kaum muslimin Indonesia. Namun tak banyak yang mengetahui bagaimana sesungguhnya dakwah al Qardawi di mata para ulama ahlussunnah masa ini.

Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i, seorang ulama ahlussunnah yang tak diragukan lagi kapasitas keilmuannya, adalah salah seorang dari sekian banyak ulama ahlussunnah yang telah menasehati, mengkritik, menjelaskan, dan memperingatkan secara ilmiah tentang penyimpangan Yusuf al-Qardhawi. Di dalam buku ini beliau rahimahullah mengungkap banyak sekali bukti-bukti penyimpangan Yusuf al Qardhawi, kemudian beliau membantah kebatilannya dengan hujjah dari al-Qur’an dan as-Sunnah.

Syaikh Muqbil rahimahullah memberi judul risalah ini, “Iskaatul kalbil ‘aawiy Yusuf bin Abdillah al Qardhawy”, yang sesuai ini akan kami beri judul edisi terjemahan ini insya Allah; “Mendiamkan Anjing yang Melolong”. Ini bukanlah suatu penghinaan yang keji apalagi sebuah fitnah. Namun ini adalah sebuah perumpamaan yang pantas, sebagaimana yang beliau tulis di buku ini.

Berkata Syaikh dalam bukunya :

“Barangkali sebagian hizbiyun (mereka adalah orang-orang yang fanatik kepada golongannya -pent.) akan mengatakan, “Dia seorang alim dari golongan ulama, sedangkan engkau menamakannya ‘Anjing yang Melolong’? Ini perkara yang besar wahai Abu Abdirrahman (=kunyah Syaikh Muqbil -pent.)! Ia seorang alim dari golongan ulama, mufti Qatar!”

Maka kalian dengarlah firman Allah ‘azza wa jalla;

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِيَ آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ
وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَـكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ذَّلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” [Al-A’raaf 175-176]

—- selesai kutipan —

Inilah sebuah peringatan bagi umat dari kejahatan da’i-da’i penyeru kebinasaan, yang telah memperdaya umat dari hakikat dakwah mereka. Alhamdulillah, sesungguhnya di sisi kita ada Kitabullah dan as-Sunnah, sehingga tidaklah para ulama menimbang dengan timbangan yang lainnya.

Kami memohon kepada Allah semoga memudahkan kami dalam menerbitkan buku yang sangat penting ini. Buku ini akan diterbitkan insya Allah pada akhir Maret 2007 oleh Penerbit Al-Ilmu.

sumber : http://penerbit.al-ilmu.com/2007/02/22/mendiamkan-anjing-yang-melolong/


Aksi

Information

One response

25 09 2007
dkmfahutan

bagaimana kita bisa tahu yang dimaksudkan oleh ayat

“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” [Al-A’raaf 175-176]

ditujukan untuk Yusuf Qardawi atau justru Muqbil bin Hadi al Wadi’i?

Oleh karena itu baca buku-nya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: